PONTREN AL-ISLAM — Pondok Pesantren Al Islam Gorontalo melaksanakan Salat Istisqa pada Ahad (13/9) pagi di halaman pondok pesantren setempat. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, di tengah kondisi musim kemarau berkepanjangan dan minimnya curah hujan yang telah melanda wilayah tersebut selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Salat Istisqa tersebut diikuti oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Islam Gorontalo bersama masyarakat umum yang turut hadir memenuhi halaman pondok. Suasana khidmat terasa sejak pagi, saat para jamaah berkumpul untuk bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan.
Pelaksanaan salat sunnah ini dipimpin oleh Ustadz Taufiqurahman Lakoro, S.S. yang bertindak sebagai imam, sementara Ustadz Angger Wisnuaji, M.Ag. bertugas sebagai khatib dalam rangkaian ibadah tersebut.
Keduanya memimpin jamaah dalam prosesi salat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya kembali kepada Allah di tengah ujian kekeringan yang tengah dihadapi.
Kegiatan Salat Istisqa ini menjadi momentum berharga bagi seluruh jamaah untuk bermunajat bersama, memohon ampunan atas segala dosa dan kekhilafan, sekaligus mengharapkan turunnya hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh makhluk.
Momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan umat dalam menghadapi cobaan alam.
Melalui pelaksanaan ibadah ini, keluarga besar Pondok Pesantren Al Islam Gorontalo mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk senantiasa memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menyadari bahwa segala nikmat, pertolongan, dan keberkahan hanya berasal dari-Nya semata.
Kondisi kemarau panjang yang telah berlangsung selama tiga-empat bulan terakhir memang dirasakan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ketersediaan air bersih hingga sektor pertanian.
Dengan digelarnya Salat Istisqa ini, diharapkan menjadi ikhtiar spiritual yang melengkapi berbagai upaya lain dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Di akhir rangkaian ibadah, seluruh jamaah memanjatkan doa dan harapan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala berkenan menerima amal ibadah dan doa yang telah dipanjatkan, mengampuni segala dosa dan kekhilafan hamba-Nya, serta segera menurunkan hujan yang bermanfaat, penuh keberkahan, dan menjadi rahmat bagi bumi Gorontalo dan seluruh penghuninya.

